Apa itu Campak Jerman ? Kenali Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya

Apa itu Campak Jerman ? Kenali Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya

Campak Jerman merupakan penyakit yang disebabkan oleh penularan virus rubella. Penyakit ini mirip dengan penyakit campak, tetapi lebih ringan dan cara penularannya sedikit berbeda dengan campak. Virus rubella menyerang kulit dan kelenjar getah bening yang ditandai dengan munculnya ruam merah dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Penularannya dapat melalui droplet (cipratan air ludah) yang berasal dari hidung atau tenggorokan. Penderita dapat menularkannya mulai dari 1 minggu sebelum hingga 1 minggu setelah munculnya ruam.

Penyakit yang disebabkan oleh virus rubella ini biasanya dijumpai pada anak-anak berumur 5 sampai 9 tahun tetapi juga berbahaya bagi orang dewasa terutama ibu hamil karena virus ini bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. Virus dapat melewati sawar darah plasenta dan menginfeksi janin. Akibatnya, janin bisa menderita sindrom rubella kongenital yang dapat menyebabkan sejumlah kelainan, seperti ketulian, keterbelakangan mental dan sebagainya. Pada anak- anak, penyakit campak jerman biasanya terjadi selama 1 minggu sedangkan pada orang dewasa bisa berlangsung lebih lama.

Gejala

Waktu inkubasi rubella (masa dari saat terpapar virus hingga munculnya gejala ) ialah 14-23 hari dengan rata-rata 16-18 hari. Adapun gejala – gejala yang ditimbulkan ialah :

  • Demam ringan sekitar 32,5 hingga 38,5 atau bisa lebih rendah
  • Sakit kepala dan terkadang disertai dengan hidung tersumbat
  • Mata memerah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher dan belakang telinga. Pembengkakan berlangsung selama 1 minggu atau lebih.
  • Timbul ruam merah muda pada wajah dan menyebar kebawah hingga lengan dan kaki, kemudian akan menghilang dengan urutan yang sama. Gejala ini timbul setelah beberapa hari (2-3 hari) dan akan berlangsung selama tiga hari. Ruam dapat berupa bercak merah yang menyatu dan membentuk bercak yang lebih besar.
  • Nyeri sendi yang berlangsung selama 2 minggu.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua gejala diatas dapat dijumpai pada penderita rubella. Bahkan pada beberapa kasus, gejala tersebut tidak ditemukan sama sekali.

Pencegahan

Vaksin adalah jalan untuk pencegahan penyakit campak jerman. Vaksin diberikan bersama vaksinasi Mumps dan Measles (campak) yang disebut MMR (Mumps, Measles, Rubella). Vaksin dapat diberikan pada anak usia 12 hingga 15 bulan dan diulang pada usia 4 sampai 6 tahun. Untuk wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi (pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya zat antibodi TORCH dalam tubuh) untuk rubella.

Pengobatan

Campak jerman umumnya akan sembuh dengan sendirinya, kecuali terjadi komplikasi. Bila terjangkit rubella, cukup istirahat dirumah dan konsumsi antiseptik seperti paracetamol untuk menurukan demam dan meredakan sakit kepala serta nyeri sendi. Jangan lupa untuk mengontrol suhu tubuh dan hubungi dokter jika suhu tubuh terlalu tinggi. Makanlah makanan bergizi dan konsumsi cairan yang cukup untuk membantu mempercepat penyembuhan.

Sumber :

Ardinasari, Eiyta. (2016). Buku Pintar Mencegah & Mengobati Penyakit Bayi & Anak. Jakarta : Penerbit Bestari

Januari 2022
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31